Review Galaxy Buds4 Pro Setelah 1 Bulan — Worth It Nggak? Cek Suara, ANC, dan Masalah Baterai

Sudah sebulan sejak Samsung Galaxy Buds4 Pro resmi dijual di Indonesia pada 11 Maret 2026.

Di media sosial dan forum teknologi, reaksinya cukup terbelah.

Di satu sisi ada pujian “kualitas suara terbaik di kelas harga ini”, tapi di sisi lain muncul keluhan “kebetulan dapet unit dengan white noise, akhirnya di-refund”.

Dua opini ini hadir bersamaan.

Jadi, apakah Galaxy Buds4 Pro layak kalian beli sekarang?

Berdasarkan data pemakaian nyata dan review dari berbagai media, kami merangkum semua hal penting yang wajib kalian tahu sebelum beli — mulai dari kualitas suara, ANC, baterai, sampai bug-bug awal.

📌 Ringkasan Singkat — Buat Kalian yang Lagi Buru-Buru

  • Yang sudah pasti → Kualitas suaranya terbaik di kelas harga ini, dan kenyamanan pemakaiannya disebut-sebut paling nyaman dari seluruh generasi Buds.
  • Keunggulan yang kuat → ANC meningkat drastis dibanding generasi sebelumnya, dan Ambient Mode terdengar jauh lebih natural.
  • Masih ada variabel → Ada laporan ketidakseimbangan ANC kiri-kanan, white noise, dan baterai case yang cepat terkuras. Daya tahan baterainya juga masih lebih pendek dibanding kompetitor.
  • Wajib beli kalau punya HP Samsung, tapi mikir dua kali kalau nggak → Sebagian besar fitur andalannya hanya jalan di perangkat Samsung Galaxy.

1. Desain & Kenyamanan — Samsung Akhirnya Lepas dari Bayang-Bayang AirPods

Di generasi sebelumnya, stem (bagian batang yang turun dari earbud) Buds3 Pro bentuknya segitiga dengan sudut tajam.

Nah, di Samsung Buds4 Pro ini, desainnya berubah jadi pelat logam datar berbentuk persegi panjang.

LED yang dulu ada di stem juga dihilangkan.

Dengan kombinasi case transparan dan finishing metalnya, Galaxy Buds4 Pro punya karakter desain sendiri yang jelas beda dari kesan “mirip AirPods” di generasi sebelumnya.

Soal kenyamanan, inilah bagian yang paling banyak dipuji di generasi ini.

Samsung merancang ulang bentuk earbud supaya lebih kecil dan pas di telinga, berdasarkan analisis data scan dari 100 juta telinga. Bobotnya juga sangat ringan — cuma 5,1g.

Mark Ellis Reviews bahkan menyebut ini sebagai salah satu earbud paling nyaman yang pernah dia pakai.

Di forum-forum pun banyak yang bilang “nggak lepas walau dipakai lari” atau “stabil banget dipakai di gym”.

Tapi ada catatan kecil: eartips-nya cuma tersedia dalam 3 ukuran (S/M/L), jadi kalau ukuran telinga kalian agak di luar standar, fitnya bisa kurang pas.

Masalah eartips sobek yang jadi keluhan di generasi sebelumnya juga belum sepenuhnya hilang.

Di Reddit ada beberapa laporan eartips robek saat diganti, jadi sebaiknya hati-hati waktu memasang atau melepas.

☑️ Case Transparan, Cantik Tapi…

Struktur charging case-nya juga berubah.

Di Buds3 Pro, earbud dimasukkan secara vertikal.

Sekarang di Galaxy Buds4 Pro, earbud dibaringkan horizontal dan tutup case dibuka ke atas — model clamshell (mirip cangkang kerang).

Karena tutupnya transparan, kalian bisa langsung lihat apakah earbud ada di dalam atau nggak.

Desainnya memang keren, tapi masalahnya ada di sisi praktisnya.

SoundGuys melaporkan dari acara Unpacked bahwa tutup transparannya gampang banget kena sidik jari dan baret.

Headphonecheck juga bilang tutupnya agak susah dibuka dengan satu tangan.

Alhasil, case protector TPU atau silikon jadi aksesori yang hampir wajib dibeli setelahnya.

2. Kualitas Suara — Klaim “Terbaik di Kelasnya” Bukan Lebay

Konfigurasi drivernya berubah total.

Dynamic driver 11mm (untuk bass/woofer) dipadukan dengan planar magnetic 5,4mm (untuk treble/tweeter).

Dibanding generasi sebelumnya (10mm + 6,1mm), area getar woofer-nya meningkat sekitar 20%.

Tweeter-nya justru lebih kecil, tapi balance suaranya secara keseluruhan jauh lebih rapi.

Dari sisi kualitas suara, inilah area yang paling konsisten dipuji baik oleh media maupun komunitas.

TechRadar menilai suaranya sekelas dengan produk triple driver khusus audiophile.

Headphonecheck juga memuji “bass-nya dalam dan terkendali, treble-nya detail tapi nggak bikin capek”.

Triple Driver → Earbud biasa cuma punya 1-2 driver.

Produk triple driver menempatkan 3 driver dalam satu earbud untuk menangani bass, mid, dan treble secara terpisah. Poin pentingnya: Samsung Buds4 Pro dengan 2 driver sudah mampu menyaingi kelas triple driver premium. Itulah inti pujian dari para reviewer.

Ketajaman frekuensi mid di rentang 1-2kHz yang jadi keluhan di generasi sebelumnya juga sudah diperbaiki.

Jadi vokal atau instrumen nggak lagi terasa nyelekit di telinga walau didengerin berjam-jam.

Para pengguna di Reddit juga rata-rata memberi komentar positif seperti “di mode Hi-Fi UHQ 96kHz, treble dan bass-nya bersih banget” atau “lumayan berasa lebih baik daripada Buds3 Pro”.

Nada umum di komunitas lebih ke arah “lebih polished dan lebih bersih”, bukan “perubahan revolusioner”.

Opsi kustomisasi audionya juga lengkap.

Ada equalizer 9-band buat kalian yang mau setting detail, plus ada preset EQ yang sudah siap pakai.

Adaptive EQ secara otomatis menganalisis bentuk telinga dan menyesuaikan karakter suaranya.

Di One UI 8.5 ke atas, kalian juga bisa menyimpan EQ berbeda per aplikasi — misalnya aplikasi musik, YouTube, atau podcast.

Jadi kalian bisa setting bass kenceng untuk Spotify, fokus ke vokal untuk YouTube.

Fitur ini bakal menarik banget buat kalian yang suka tuning suara sesuai mood atau konten yang didengarkan.

☑️ Kualitas Panggilan Juga Naik Level

Samsung Buds4 Pro dibekali 3 mikrofon dengan SNR tinggi dan sensor VPU (yang mendeteksi getaran suara) untuk HD Voice.

Berbagai review media menyebut kualitas mikrofonnya setara dengan AirPods Pro 3 — alias salah satu yang terbaik di kelasnya.

SNR (Signal-to-Noise Ratio) Rasio antara suara yang kalian inginkan (sinyal) dan suara yang nggak diinginkan (noise). Makin tinggi SNR-nya, makin sedikit noise dan makin jernih sinyalnya.

Mikrofon SNR tinggi → Mikrofon berperforma tinggi yang mampu menangkap suara kalian dengan jernih bahkan di lingkungan yang berisik.

Buat kalian yang sering kerja dari rumah (WFH) atau sering conference call, perbedaannya bakal sangat terasa.

☑️ Codec SSC dan Absennya LDAC — Pedang Bermata Dua

Untuk menikmati kualitas suara 100%, kalian wajib punya HP Samsung.

Codec SSC UHQ (24-bit/96kHz) hanya aktif di Samsung Galaxy S23 ke atas. Di perangkat non-Samsung, audio-nya dibatasi ke AAC/SBC.

Menurut RecordingNOW, perbedaan yang dirasakan antara SSC UHQ dan AAC sekitar 5-10%. Buat pendengar kasual, bedanya mungkin kurang kelihatan.

Tapi buat kalian yang sering dengerin musik atau sensitif sama detail suara, 5-10% ini cukup berasa.

Perbedaannya paling kelihatan di detail treble dan spatial/ruang suara. Jadi buat pengguna HP Samsung, sebaiknya aktifkan.

Secara default, UHQ Audio dalam kondisi mati. Silakan aktifkan lewat menu Settings → Earbud → Sound quality and effects → Advanced sound quality options.

Sebagai catatan, SSC UHQ adalah codec yang meningkatkan kualitas transmisi Bluetooth.

Jadi di streaming biasa pun suaranya sedikit lebih bersih, tapi efeknya maksimal kalau dipadukan dengan file audio high-resolution seperti FLAC.

Yang lebih bikin geregetan: di harga Rp 3.999.000, Buds4 Pro sama sekali nggak mendukung codec high-res universal seperti LDAC atau aptX.

Jujur, ini bagian yang paling disayangkan. Buat pengguna Android non-Samsung, praktis nggak ada cara buat menikmati audio high-resolution dari earbud ini.

3. ANC & Ambient Mode — Jelas Meningkat, Tapi Belum Juara

Di Buds3 Pro, ada kritik bahwa ANC-nya malah mundur dibanding Buds2 Pro. Nah, Samsung Buds4 Pro berhasil menebusnya dengan Adaptive ANC 2.0.

Menurut pengujian SoundGuys, saat ANC dimaksimalkan, rata-rata 84% noise di rentang frekuensi yang terdengar manusia bisa diblokir.

Efeknya paling terasa untuk suara frekuensi rendah seperti mesin kereta atau pesawat.

Tapi bukan berarti ANC-nya yang paling jago.

Di rentang 500Hz-1.1kHz (frekuensi mid, seperti suara orang ngobrol atau noise di kafe), efeknya agak menurun. Jadi untuk memblokir suara percakapan sepenuhnya, masih agak sulit.

Dibandingkan kompetitor, posisinya kira-kira seperti ini:

ProdukLevel ANC
Bose QC Ultra Earbuds 2nd GenJuara saat ini
AirPods Pro 3 / Sony WF-1000XM6Tier teratas
Galaxy Buds4 ProTier premium (tepat di bawah teratas)
Galaxy Buds3 ProTier menengah-atas

Ambient Mode-nya banyak dipuji karena terasa sangat natural.

Suara dari luar terdengar seperti kalian nggak pakai earbud sama sekali.

Fitur Voice Detect juga sangat praktis. Kalau kalian mulai ngomong saat pakai earbud, mode akan otomatis berubah ke Ambient Mode.

Kalau kalian mengaktifkan fitur Siren Detect, earbud juga akan otomatis berubah ke Ambient Mode saat mendeteksi suara darurat seperti sirine ambulans.

Catatan: ada beberapa bug awal yang dilaporkan baik di ANC maupun Ambient Mode.

Bagian ini akan kami bahas lebih detail di bagian bug awal di bawah.

4. Baterai — Pendek, Tapi Ada Alasannya

Kapasitas baterai earbud Samsung Buds4 Pro adalah 57mAh (rated) / 61mAh (typical), dan case-nya 530mAh — naik sedikit dibanding generasi sebelumnya.

Durasi playback resminya adalah 6 jam dengan ANC ON, total 26 jam termasuk case. Pengujian SoundGuys pun mencatat 6 jam 1 menit, hampir pas dengan klaim Samsung.

Kalau volume-nya diturunkan, ada hasil tes yang bilang bisa sampai 7 jam.

Bandingkan dengan kompetitor seperti tabel di bawah — playback-nya memang lebih pendek sekitar 2 jam.

ProdukDurasi ANC ONStruktur Driver
AirPods Pro 38 jamSingle dynamic
Sony WF-1000XM68 jamSingle dynamic
Galaxy Buds4 Pro6 jamDual (dynamic + planar)

Kalau cuma lihat ini, jelas terasa kurang. Tapi kalau lihat kapasitas baterainya sendiri, ceritanya jadi beda.

Samsung Galaxy Buds4 Pro punya 57-61mAh, yang justru lebih besar dari AirPods Pro 3 (56mAh).

Sony WF-1000XM6 dan Bose QC Ultra 2 nggak mempublikasikan kapasitas baterai earbud-nya, tapi produk di kelas harga ini umumnya punya kapasitas yang mirip-mirip.

☑️ Playback Pendek Bukan Karena Baterainya Kecil

Yang bikin beda adalah struktur driver-nya.

Kompetitor semuanya pakai 1 dynamic driver tunggal, sementara Buds4 Pro punya struktur dual driver: dynamic 11mm (bass) dipadukan dengan planar magnetic 5,4mm (treble).

Planar driver bekerja dengan cara seluruh permukaan membrannya yang tipis bergetar secara merata.

Hasilnya: detail treble dan resolusi yang superior, dengan distorsi minimal.

Alasan hampir semua media menyebut kualitas suara sebagai keunggulan utama Buds4 Pro ya karena planar driver ini.

Tapi konsekuensinya, konsumsi dayanya lebih besar.

Jadi baterai 6 jam di Buds4 Pro bukan karena “baterainya kurang”, tapi “harga yang dibayar untuk menghasilkan kualitas suara terbaik di kelasnya”.

Bisa dibilang ini adalah trade-off dari pilihan desain Samsung yang memprioritaskan kualitas suara.

Ada laporan juga bahwa saat mode SSC UHQ diaktifkan, durasinya turun jadi 4,7 jam.

Jadi kalau kalian sering pakai mode Hi-Fi, biasakan menyimpan earbud ke case buat top-up di sela aktivitas.

Buat kalian yang sering commute panjang di Jakarta atau naik MRT, atau yang hobi pakai earbud sambil pesan Gojek/Grab, biasakan charge di sela-sela biar nggak kehabisan baterai di tengah jalan.

Untuk pengisian daya, Buds4 Pro mendukung USB-C kabel, Qi wireless charging, dan Wireless PowerShare.

Wireless PowerShare → Fitur yang didukung Galaxy S10 ke atas (flagship) — aktifkan icon-nya di Quick Panel, lalu taruh case Buds di belakang HP, case otomatis diisi daya dari baterai HP.

Sayangnya, fast charging nggak didukung.

Sony WF-1000XM6 misalnya, dengan 5 menit charge bisa dipakai 1 jam.

Kalau playback-nya sudah pendek, nggak adanya fast charging ini jadi minus tambahan.

5. Ketergantungan ke Ekosistem Samsung — Wajib Baca Buat Non-Samsung

Sebagian besar fitur Samsung Galaxy Buds4 Pro ini eksklusif untuk perangkat Samsung Galaxy.

PerangkatFitur yang Didukung
Samsung GalaxyHD Voice, UHQ Audio, 360 Audio, Bixby/Gemini, Interpreter, Head Gesture, Gaming Mode
Android non-SamsungANC, Ambient, EQ dasar, Touch Control (perlu aplikasi Galaxy Wearable)
iOS / PCKoneksi Bluetooth dasar, panggilan standar, ANC, Ambient saja

☑️ Bluetooth Multipoint Juga Nggak Didukung

Multipoint adalah fitur untuk tetap terhubung ke 2 perangkat atau lebih secara bersamaan dan otomatis beralih ke sumber suara yang aktif — tanpa harus reconnect manual.

Sayangnya, Samsung Buds4 Pro nggak mendukung fitur ini.

Sebagai gantinya, ada fitur Auto Switch yang hanya jalan antar sesama perangkat Samsung.

Tapi ini bukan koneksi simultan ya.

Sistemnya adalah memutus koneksi ke perangkat sebelumnya lalu nyambung ke perangkat baru, jadi ada sedikit delay saat beralih.

Dan karena fitur ini cuma jalan antar perangkat Samsung, kombinasi seperti HP Galaxy + laptop Windows nggak bisa pakai fitur ini. Cukup disayangkan.

Di produk Rp 3.999.000 pada tahun 2026, absennya multipoint jadi salah satu kekurangan utama yang disorot hampir semua media.

Makanya reaksi komunitas bisa diringkas dalam satu kalimat.

‘Punya HP Samsung → wajib beli. Nggak punya → mikir dua kali.’ Jujur, menurut kami inilah ringkasan paling pas.

Apalagi relevan banget di pasar Indonesia, di mana banyak pengguna Android yang pakai brand selain Samsung seperti Xiaomi, Oppo, atau Vivo.

6. Fitur Baru — Ternyata Berguna Juga

Head Gesture adalah fitur yang mendeteksi gerakan kepala lewat sensor motion di earbud.

Angguk buat angkat telepon, geleng buat menolaknya.

Di Reddit, ada yang menceritakan pengalamannya sambil masak, belanja, atau lari — cukup angguk kepala buat angkat telepon.

Dia menilainya “praktis 10/10, malu-maluin 2/10”. Banyak yang bilang fitur ini ternyata lebih sering kepakai dari yang dibayangkan, terutama saat tangan lagi nggak bebas.

Tapi untuk sekarang, fungsinya masih sebatas terima/tolak telepon, dan butuh One UI 8.5 ke atas serta Bixby dalam keadaan aktif.

Live Translate (penerjemah real-time) juga banyak dipuji karena praktis.

Kalau dipairing dengan Galaxy S26, fitur ini mendukung 22 bahasa.

Saat telepon, suara lawan bicara otomatis diterjemahkan dan masuk langsung ke earbud.

Kalau ngobrol tatap muka, suara lawan bicara diterjemahkan lalu didengarkan lewat earbud, sementara suara kalian diterjemahkan lalu disampaikan lewat speaker HP ke lawan bicara.

Jadi nggak perlu lagi bolak-balik nunjukkin layar seperti aplikasi translator biasa. Obrolan jadi terasa jauh lebih alami.

Head Gesture dan Live Translate memang dua fitur yang sangat menarik, tapi keduanya eksklusif untuk perangkat Samsung dan ketersediaannya tergantung versi OS-nya.

Ini poin yang cukup bikin geregetan.

7. Sebulan Setelah Rilis, Bug Apa Saja yang Muncul?

Di balik semua kelebihannya, Samsung Buds4 Pro juga punya sederet bug awal yang dilaporkan sebulan pertama di komunitas.

Kalau kalian lagi mempertimbangkan beli, bagian ini wajib dicek.

☑️ White Noise / Hiss — Paling Banyak Dilaporkan

Di thread Reddit tanggal 11 Maret dan 18 Maret, masalah white noise dibahas berulang kali.

Intinya, saat ANC atau Ambient Mode diaktifkan, terdengar suara “ssh” mekanis.

Masalah ini kelihatannya nggak muncul kalau cuma dipakai dengerin musik.

Ada yang bilang masalah ini berkurang setelah mengubah setting (misalnya matikan opsi “Ambient saat call”), tapi tanggapan di komunitas masih terbelah — ada yang bilang masalahnya hilang, ada juga yang bilang tetap ada.

Kemungkinan besar ini variasi antar unit atau masalah firmware. Jadi setelah beli, pastikan kalian langsung cek apakah unit kalian kena atau nggak.

White Noise dan Hiss → White noise adalah suara latar keseluruhan seperti “ssh~”. Hiss adalah white noise yang lebih tajam, terutama di rentang frekuensi tinggi, seperti “sssiiii~” yang nyelekit.

☑️ Baterai Case Cepat Habis — Di Luar Batas Normal

Menurut thread Reddit tanggal 27 Maret, ada cukup banyak laporan baterai case berkurang drastis walau sedang tidak dipakai.

Di kolom komentar, banyak yang ngaku merasakan kurang lebih 10% per hari atau 1% per jam.

Sebagian menduga “ini karena fitur Find terus mengirim sinyal Bluetooth” atau “bug yang akan diperbaiki lewat update”. Tapi penyebab pastinya belum jelas.

☑️ ANC Kiri-Kanan Nggak Seimbang — Reproduksi di Banyak Unit

Ini masalah paling parah yang dilaporkan di Samsung Community.

Satu pengguna mengalami 4 unit berturut-turut dengan cacat yang sama (ANC earbud kiri jauh lebih lemah dari kanan) dan menulis bug report yang sangat detail.

Factory reset, ganti eartips, update firmware, bersihin mikrofon — semua sudah dicoba tapi nggak ngefek.

Ketiga masalah di atas juga ada yang bilang “di unit saya nggak ada masalah”.

Jadi kelihatannya bukan cacat massal. Tapi tetap saja, cek unit saat pertama kali beli wajib banget dilakukan.

8. Worth It Upgrade dari Buds3 Pro?

Buat kalian pengguna Galaxy Buds4 pendahulunya yaitu Buds3 Pro, ini mungkin dilema terbesar.

Dari gabungan opini media dan komunitas, kesimpulannya begini:

☑️ Kapan Worth It Upgrade:

  1. Kalau kalian nggak puas sama kenyamanan/fit Buds3 Pro → Kenyamanan adalah peningkatan yang paling terasa
  2. Kalau kalian kecewa sama performa ANC-nya → Jelas lebih baik
  3. Kalau kalian sering telepon dan butuh kualitas mikrofon bagus → Naik ke level terbaik
  4. Kalau kalian tertarik sama fitur baru seperti Head Gesture dan integrasi AI

☑️ Kapan Nggak Perlu Upgrade:

  1. Kalau kalian secara umum masih puas sama Buds3 Pro
  2. Kalau ekspektasi utama kalian peningkatan baterai → Bedanya nggak signifikan
  3. Kalau kalian pakai perangkat non-Samsung → Sebagian besar fitur baru nggak bisa dipakai

Sekarang mari bahas harganya.

Di Indonesia, Galaxy Buds4 Pro dibanderol Rp 3.999.000, sementara generasi pertama Buds Pro dulu rilis di harga Rp 2.999.000 (tahun 2021) — kenaikan kumulatifnya sekitar 33,3%.

GenerasiHarga Resmi IndonesiaSelisih
Buds Pro (2021)Rp 2.999.000
Buds2 Pro (2022)Rp 3.299.000+Rp 300.000
Buds3 Pro (2024)Rp 3.299.000Tetap
Buds4 Pro (2026)Rp 3.999.000+Rp 700.000 (+21,2%)

Sebagai perbandingan, di Amerika harganya tetap sama dengan generasi sebelumnya ($249.99), sementara di Indonesia naik Rp 700.000 — termasuk cukup signifikan.

Samsung Indonesia juga menyediakan program PWP (Purchase with Purchase) yang memberikan diskon sampai Rp 1 juta kalau kalian beli bareng Galaxy S26.

Lumayan banget buat yang lagi rencana ganti HP flagship juga.

Kalau dibandingkan dengan kompetitor di harga resmi saat ini, hasilnya seperti ini:

ProdukHarga Resmi Indonesia
Sony WF-1000XM6Rp 5.499.000
Bose QC Ultra Earbuds 2nd GenRp 5.499.000
Galaxy Buds4 ProRp 3.999.000

Galaxy Buds4 Pro lebih murah Rp 1.500.000 dibanding Sony WF-1000XM6 maupun Bose QC Ultra Earbuds 2nd Gen.

Jadi walaupun naik Rp 700.000 dari generasi sebelumnya, dibanding kompetitor langsung posisinya masih tetap kompetitif dari sisi harga-performa.

Tapi Bose dan Sony mendukung multipoint dan codec universal, serta semua fitur bisa dipakai tanpa batasan OS.

Jadi buat pengguna non-Samsung yang mengutamakan kompatibilitas universal, dua opsi ini tetap lebih fleksibel walau harganya lebih mahal.

💡 FAQ

✨ Penutup

Samsung Galaxy Buds4 Pro bisa dibilang produk paling matang dari seluruh generasi Buds series, terutama dari sisi kualitas suara dan kenyamanan.

ANC-nya berhasil menebus kekurangan generasi sebelumnya, dan kualitas mikrofon panggilan juga naik ke level terbaik di kelasnya.

Fitur baru seperti Head Gesture dan Live Translate juga lebih praktis dari yang dibayangkan.

Tapi bug-bug awal seperti white noise, ANC yang nggak seimbang, dan baterai case yang cepat habis masih belum teratasi.

Durasi baterainya juga lebih pendek dibanding kompetitor.

Seperti sudah dibahas sebelumnya, kapasitas baterainya sendiri sebenarnya setara atau malah lebih besar dari kompetitor, tapi struktur dual driver-nya memang mengonsumsi daya lebih banyak — inilah trade-off-nya.

Ini bisa dilihat sebagai pilihan desain yang memprioritaskan kualitas suara, tapi kalau kalian butuh pemakaian lebih dari 6 jam nonstop per hari, ini yang wajib dipertimbangkan.

Yang paling penting, sebagian besar fitur andalannya eksklusif untuk perangkat Samsung.

Ini poin yang wajib dipertimbangkan matang-matang sebelum beli.

Ringkasnya begini:

Kalau kalian pakai HP Samsung dan mengutamakan kualitas suara dan kenyamanan, Galaxy Buds4 Pro saat ini adalah pilihan paling menarik.

Sebaliknya, kalau kalian pakai perangkat non-Samsung atau mengutamakan baterai dan kompatibilitas universal, Sony WF-1000XM6 atau Bose QC Ultra Earbuds 2nd Gen layak dipertimbangkan lebih dulu.

Menurut kami pribadi, Samsung memang benar-benar serius soal kualitas suara kali ini.

Kalau bug-bug awalnya bisa segera diperbaiki lewat update firmware, gelar “earbud terbaik buat pengguna Samsung” sudah pasti di tangan Buds4 Pro.

Gimana menurut kalian? Yuk, share pendapat kalian di kolom komentar!

Found this helpful? Share the scoop!

Tinggalkan komentar