Halo, saya Sanghoon Jeon, editor Smartleader yang merangkum inti dari setiap tren IT untuk Anda.
Galaxy Fold8 Wide hadir dengan bentuk yang benar-benar baru: seukuran paspor saat dilipat, dan rasio 4:3 saat dibuka.
Berdasarkan data resmi pabrikan, bobotnya 201 gram — paling ringan di antara seluruh Galaxy Z Fold yang pernah ada — dan harganya Rp 4.000.000 lebih rendah dibanding versi Ultra.
Karena harganya lebih rendah, ada juga hal-hal yang dilepas.
Spesifikasi, harga, warna, kamera, sampai apa persisnya yang berbeda dari Ultra — semua dasar penilaian yang Anda butuhkan saat menimbang dua model ini sudah dirangkum di sini.
ℹ️ Artikel ini memuat gambar informasi berbasis spesifikasi resmi serta gambar konsep yang dibuat dengan AI. Gambar konsep dapat berbeda dari produk aslinya.
※ Seluruh perbandingan harga dan konfigurasi dalam artikel ini menggunakan basis 12GB RAM / 256GB.
📌 Ringkasan Utama
[Resmi Dikonfirmasi]
- Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, 3nm
- Layar utama 7,6 inci 4:3 / cover 5,5 inci 10:16, keduanya 3.000 nit
- 4.800 mAh, pengisian kabel 45W · nirkabel 20W
- 201 gram, paling ringan sepanjang sejarah Galaxy Z Fold
[Perbedaan dengan Ultra]
- Tanpa telefoto optik (Ultra punya zoom optik 3x)
- Tidak mendukung Flex Mode
- 14 gram lebih ringan, 0,8 mm lebih tebal
- Harga Rp 4.000.000 lebih murah
[Tanggal Rilis · Harga · Konfigurasi]
- Pengiriman resmi mulai 7 Agustus 2026
- 256GB Rp 28.499.000, 512GB Rp 32.499.000
- Harga 12,3% lebih rendah dibanding Ultra
[Yang Belum Bisa Dipastikan]
- Seberapa terlihat garis lipatan dan seberapa awet engsel setelah pemakaian panjang
- Seberapa matang optimasi aplikasi untuk layar 4:3
- Hasil pengukuran ulang benchmark pada software versi produksi massal
- Penilaian kuantitatif kamera (belum terdaftar di DXOMARK)
[Kesimpulan] Kalau Anda lebih banyak menonton video dan membaca, Fold8 Wide jawabannya; kalau kamera dan Flex Mode yang penting, Ultra lebih cocok.
- 📌 Ringkasan Utama
- 1. Perbedaan Galaxy Fold8 Wide dan Ultra, apa saja?
- 2. Rasio layar 4:3 Galaxy Fold8 Wide, apa yang berubah?
- 3. Spesifikasi Galaxy Fold8 Wide, apa saja intinya?
- 4. Kamera Samsung Fold8 Wide, cukupkah tanpa telefoto?
- 5. Harga Galaxy Z Fold8 Wide, apakah masuk akal?
- 6. Warna Galaxy Fold8 Wide, apa saja pilihannya?
- 7. Galaxy Fold8 Wide vs Ultra, kalau harus ditimbang?
- 💡 FAQ
- ✨ Penutup
1. Perbedaan Galaxy Fold8 Wide dan Ultra, apa saja?
Galaxy Fold8 Wide bukan varian kelas bawah dari Ultra, melainkan form factor baru yang berdiri sendiri.
Dalam materi resminya, Samsung menyatakan bahwa lini Z Fold yang selama ini ada diteruskan oleh Galaxy Z Fold8 Ultra, sementara Fold8 adalah model yang dirancang ulang dalam bentuk yang sama sekali baru.
Artinya, penerus langsung Fold7 bukanlah Fold8 yang bernomor sama, melainkan Fold8 Ultra.
Tujuan kedua produk ini memang berbeda.
Fold8 Ultra membidik pengguna yang menginginkan kamera dan multitasking kelas tertinggi, sedangkan Fold8 dibuat untuk pengguna yang menghabiskan banyak waktu menonton dan membaca konten.
☑️ Mari luruskan dulu nama resminya
Nama resminya adalah Galaxy Z Fold8.
Kata ‘Wide’ bukan nama produk resmi, melainkan sebutan umum yang dipakai luas untuk membedakan form factor barunya.
Meski begitu, sebagian media luar menuliskannya sebagai Galaxy Z Fold Wide, dan pada tahap bocoran sebelum peluncuran pun nama Fold Wide sempat beredar bersamaan.
Dalam artikel ini saya akan menulisnya sebagai ‘Fold8 Wide’ supaya mudah dibedakan dari Ultra.
☑️ Empat perbedaan Fold8 Wide dan Ultra
Perbedaan kedua produk ini bisa diringkas menjadi empat hal.
- Rasio layar — Fold8 Wide memakai layar utama 4:3 dan cover 10:16 / Ultra memakai layar utama sekitar 1,1:1 dan cover 21:9
- Bobot dan ketebalan — Fold8 Wide 14 gram lebih ringan, tetapi 0,8 mm lebih tebal saat dilipat
- Kamera — Fold8 Wide punya dua kamera belakang tanpa telefoto optik / Ultra punya tiga kamera belakang termasuk telefoto optik 3x
- Flex Mode — Fold8 Wide tidak mendukung / Ultra mendukung
Selisih harganya sekitar Rp 4 juta.
Kalau dirangkum dalam tabel, hasilnya seperti di bawah ini.
| Item | Galaxy Z Fold8 (Wide) | Galaxy Z Fold8 Ultra |
|---|---|---|
| Layar utama | 7,6 inci 4:3 / 3.000 nit | 8,0 inci sekitar 1,1:1 / 3.000 nit |
| Layar cover | 5,5 inci 10:16 | 6,5 inci 21:9 |
| Kamera belakang | 50MP + 50MP | 200MP + 50MP + telefoto 10MP |
| Baterai | 4.800 mAh | 5.000 mAh |
| Bobot | 201 gram | 215 gram |
| Tebal saat dilipat | 9,7 mm | 8,9 mm |
| Flex Mode | Tidak didukung | Didukung |
| Harga resmi (256GB) | Rp 28.499.000 | Rp 32.499.000 |
Performa tidak masuk tabel karena kedua produk memakai chip yang sama.
Bukan berarti tidak ada bedanya sama sekali — alasannya akan saya bahas terpisah nanti.
☑️ Alasan Flex Mode dihilangkan
Flex Mode adalah fitur yang membagi layar menjadi bagian atas dan bawah saat layar foldable dilipat setengah dan ditegakkan seperti laptop.
Bagian atas menampilkan video, sementara bagian bawah menjadi kontrol pemutaran atau kolom komentar — kasus paling khasnya adalah saat menonton YouTube.
Di kamera pun layar terbagi: atas untuk preview, bawah untuk area shutter.
Karena perangkatnya sendiri berfungsi sebagai penyangga, fitur ini bisa menggantikan tripod sampai batas tertentu untuk foto bersama atau pemotretan malam hari.
Perlu dicatat, ini berbeda dari multi-window yang menampilkan dua aplikasi sekaligus.
Flex Mode membagi layar dalam satu aplikasi mengikuti sudut lipatan, sedangkan multi-window menempatkan dua aplikasi berbeda pada layar yang terbuka penuh.
Di Fold8 Wide, Flex Mode ini tidak didukung. Penyebabnya ada pada struktur engsel.
SamMobile menyimpulkan bahwa Fold8 Wide memakai engsel yang lebih sederhana dibanding Ultra dan memang sejak awal tidak dirancang dengan asumsi Flex Mode.
Penjelasan Engadget lebih spesifik lagi.
Karena karakteristik per pada engselnya, perangkat akan menutup sendiri kalau dibiarkan terlipat setengah, sehingga hanya dua kondisi yang stabil: tertutup penuh atau terbuka penuh.
Mereka menambahkan bahwa tent mode — membalik perangkat dengan layar menghadap keluar — tetap bisa dilakukan.
Menggabungkan kedua penjelasan itu, Fold8 Wide memang dibuat tanpa memperhitungkan Flex Mode sejak awal.
Apakah engsel yang lebih sederhana ini soal biaya produksi atau target desain lain, Samsung tidak mengungkapkannya.
2. Rasio layar 4:3 Galaxy Fold8 Wide, apa yang berubah?
Kombinasi 4:3 saat dibuka dan 10:16 saat dilipat inilah alasan produk ini dirilis sebagai lini tersendiri.
Samsung menjelaskan bahwa layar utama 4:3 mengurangi ruang kosong yang tidak terpakai sehingga cocok untuk imersi video dan game serta membaca teks panjang, sementara layar cover 10:16 saat dilipat adalah rasio yang pas untuk pemakaian singkat dan berulang seperti pesan, media sosial, dan konten pendek.
Menariknya, kedua layar ini seolah membagi rasio tablet Apple dan Samsung masing-masing satu.
Rasio 4:3 saat dibuka adalah rasio yang lama dipertahankan iPad, sedangkan 10:16 saat dilipat akan menjadi 16:10 khas keluarga Galaxy Tab jika direbahkan secara horizontal.
☑️ Dibuka, letterbox-nya berkurang
Menonton video 16:9 di seri Fold sebelumnya menyisakan garis hitam lebar di bagian atas dan bawah layar.
Ini terjadi karena rasio layarnya mendekati persegi. Rasio 4:3 mengurangi garis hitam tadi, alias ruang kosong letterbox.
Engadget menilai bahwa saat memutar konten 16:9, area tampilan Fold8 Wide justru sedikit lebih luas dibanding Ultra yang diagonal layarnya lebih besar.
Hasil seperti itu bisa muncul meski layar Ultra lebih besar karena kelebihan ruangnya tidak dipakai untuk memperbesar video, melainkan terisi ruang hitam di atas dan bawah.
Pada akhirnya, perbedaan ini ditentukan oleh ruang kosong, bukan ukuran layar.
Kalau layar yang sama ditegakkan secara vertikal, rasionya mendekati 3:4, dan Samsung menyatakan bentuk ini memang diniatkan untuk membaca artikel atau e-book.
☑️ Dilipat, layar cover 10:16
Kondisi terlipat inilah yang mengisi sebagian besar waktu pemakaian produk ini.
Layar cover 5,5 inci itu pendek secara vertikal dan lebar secara horizontal, jadi bodinya lebih lebar dibanding smartphone biasa.
Keunggulan bodi yang lebar ini terasa saat mengetik dan mengoperasikan perangkat.
Gizmodo menyebut jempol yang bisa menjangkau sampai sudut layar dalam kondisi terlipat sebagai keunggulan terbesarnya, dan menilai ukuran tombol keyboard jadi lebih besar sehingga typo berkurang saat mengetik dengan dua jempol.
Berkat itu, urusan seperti menulis pesan atau mengecek peta bisa selesai tanpa perlu membuka perangkat.
Meski begitu, GSMArena menyoroti bahwa kalau disandingkan dengan iPhone 17 Pro, jumlah informasi yang muat dalam satu layar masih lebih banyak di iPhone.
Untuk pemakaian menyusuri feed panjang, Anda justru akan lebih sering scroll. Penilaian soal kenyamanan genggaman terbelah.
Sebagian media menyebut lebar bodi saat terlipat terasa berlebihan.
Menurut saya pribadi, kalau ukuran tangan Anda tergolong kecil, lebih aman memegang unit fisiknya dulu di toko sebelum memutuskan.
Hal yang satu ini tidak bisa digantikan angka.
3. Spesifikasi Galaxy Fold8 Wide, apa saja intinya?
Inti dari spesifikasi Galaxy Fold8 Wide adalah Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, layar 7,6 inci 3.000 nit saat dibuka, baterai 4.800 mAh, pengisian kabel 45W, serta RAM 12GB dan penyimpanan 256GB.
Item-item utamanya dirangkum di bawah ini. (Berdasarkan lembar spesifikasi resmi yang dirilis Samsung Newsroom)
| Item | Galaxy Z Fold8 (Wide) |
|---|---|
| Chipset | Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy (3nm), 4,74GHz / 3,6GHz |
| Layar utama | 7,6 inci 1848×2448 4:3 / 1–120Hz / 3.000 nit |
| Layar cover | 5,5 inci 1972×1248 10:16 / 1–120Hz / 3.000 nit |
| Kamera | Wide 50MP F1.8 OIS + Ultrawide 50MP F1.9 (tanpa telefoto) |
| Baterai · pengisian | 4.800 mAh / kabel 45W · nirkabel 20W · reverse wireless |
| Dimensi · bobot | Dibuka 4,5 mm, dilipat 9,7 mm / 201 gram |
| Tahan air · debu | IP48 |
| Material | Frame Armor Aluminum / cover Gorilla Glass Ceramic 3 / belakang Gorilla Glass Victus 2 / Flex Titanium |
| Software | Upgrade OS 7 generasi, update keamanan sampai 31 Juli 2033 |
Hal yang layak Anda perhatikan adalah periode dukungan software-nya.
Update keamanan sudah dipastikan tersedia sampai 31 Juli 2033, sementara upgrade OS diperkirakan 7 generasi menurut pemberitaan media.
Karena versi bawaannya Android 17, artinya perangkat ini bisa naik sampai Android 24.
Samsung menaikkan upgrade OS dari 3 generasi menjadi 4 generasi pada Februari 2022, dan 7 generasi baru diterapkan sejak Galaxy S24 series pada 2024.
Kalau Anda berencana memakai perangkat dalam waktu lama, ini syarat yang penting. Sebaliknya, IP48 terasa disayangkan.
Pada notasi IP, angka depan menunjukkan ketahanan debu dan angka belakang ketahanan air.
Angka 4 di depan berarti mampu menahan objek yang lebih besar dari 1 mm, sedangkan angka 8 di belakang berarti tahan 30 menit di air tawar sedalam 1,5 meter.
Artinya kuat terhadap air tetapi rentan terhadap debu dan pasir — kontras dengan Galaxy S26 Ultra, model bar tertinggi di generasi yang sama, yang sudah IP68.
Ada beberapa hal lain yang perlu Anda cek juga.
Tidak ada slot microSD, pemindai sidik jari bukan di dalam layar melainkan menyatu dengan tombol power di sisi bodi, dan magnet Qi2 tidak tertanam di bodi sehingga Anda butuh case terpisah untuk memakai aksesori magnetik.
Untuk standar konektivitas, tersedia Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0, dan DeX pun tetap bisa dipakai seperti biasa.
☑️ Seberapa terang layarnya?
Melihat data pengukuran GSMArena, hasilnya justru sedikit lebih tinggi dari 3.000 nit yang jadi spesifikasi resmi Samsung.
| Item pengukuran | Fold8 Wide layar utama | Fold8 Ultra layar utama |
|---|---|---|
| Manual maksimum (jendela 75%) | 747 nit | 724 nit |
| Otomatis + high brightness (jendela 75%) | 1.525 nit | 1.432 nit |
| Peak (jendela 10%) | 3.132 nit | 2.980 nit |
Pada ketiga kondisi pengukuran, Fold8 Wide keluar lebih tinggi dibanding Ultra.
Kecerahan layar termasuk salah satu dari sedikit aspek di mana produk ini tidak kalah dari Ultra.
Perlu diingat, 3.000 nit adalah nilai saat hanya 10% area layar yang menyala terang.
Pada kondisi sebagian besar layar menyala terang, angkanya sekitar 1.500 nit, dan inilah yang lebih dekat dengan yang Anda rasakan di luar ruangan.
☑️ Bagaimana performa dan panasnya?
CPU-nya praktis setara dengan Ultra, sementara jaraknya melebar di grafis dan performa berkelanjutan.
Ada alasan kenapa perbedaan tetap muncul meski chip-nya sama.
Berikut hasil Geekbench 6.7 yang diukur Tom’s Guide.
| Perangkat | Single-core | Multi-core |
|---|---|---|
| Galaxy Z Fold8 Ultra | 3.733 | 11.457 |
| Galaxy Z Flip8 | 3.627 | 11.215 |
| Galaxy Z Fold8 (Wide) | 3.659 | 11.020 |
| Galaxy Z Fold7 (titik acuan) | 3.052 | 9.735 |
Single-core-nya 2,0% dan multi-core-nya 3,8% lebih rendah dibanding Ultra.
Terhadap Fold7 dari generasi sebelumnya, angkanya unggul 13,2% di multi-core.
Pada akhirnya, jarak CPU dengan Ultra ada di level yang sulit Anda bedakan dalam pemakaian nyata.
Di grafis, jaraknya lebih kentara.
Pada pengukuran Tom’s Guide, skor 3DMark Wild Life Unlimited adalah 26.608 poin untuk Fold8 Wide, 30.980 poin untuk Ultra, dan 20.529 poin untuk Fold7.
Angkanya 14,1% lebih rendah dari Ultra dan 29,6% lebih tinggi dari Fold7.
Masalahnya ada di performa berkelanjutan.
Pada uji beban GSMArena, Fold8 Wide kehilangan sekitar setengah performa awalnya setelah beban panjang, dan suhu permukaannya naik jelas lebih tinggi dibanding S26 Ultra.
Meski begitu, penurunan performa sampai setengah juga dialami S26 Ultra, jadi besaran penurunan itu sendiri bukan masalah khas Fold8 Wide.
Yang membedakan adalah sisi suhunya.
GSMArena menganalisis bahwa karena struktur foldable menyulitkan pembuangan panas, Samsung sejak awal mematok performa secara konservatif, dan hasilnya skor keluar lebih rendah meski memakai chip yang sama.
Sudah dipatok lebih rendah pun, suhu permukaannya tetap lebih tinggi. Pada struktur yang terlipat, jalur keluarnya panas memang sesempit itu.
Untuk membuka aplikasi, browsing, atau menjalankan kamera, Anda hampir tidak akan merasakan perbedaannya.
Sebaliknya, kalau Anda main game berat lebih dari 30 menit nonstop atau merekam video dalam durasi panjang, perbedaannya akan terlihat pada kestabilan frame dan panas.
Menurut saya pribadi, selama Anda bukan pengguna yang main game berjam-jam, perbedaan yang terasa hampir tidak ada.
☑️ Bagaimana baterai dan pengisian dayanya?
Baterainya 4.800 mAh (nilai tipikal 4.660 mAh), lebih kecil dari 5.000 mAh milik Ultra.
Sebaliknya, standar pengisiannya identik di kedua produk: kabel 45W dan nirkabel 20W.
Berikut hasil uji pengisian daya yang dilakukan GSMArena dalam kondisi terlipat, memakai adaptor 45W dan kabel bawaan.
| Waktu pengisian | Fold8 Wide | Fold8 Ultra | Fold7 (titik acuan) |
|---|---|---|---|
| 15 menit | 39% | 41% | 28% |
| 30 menit | 65% | 71% | 53% |
| Penuh | 1 jam 9 menit | 1 jam | 1 jam 27 menit |
Kapasitas baterai model Wide lebih kecil, tetapi kecepatan pengisiannya justru lebih lambat dibanding Ultra.
Sebagai catatan, charger 45W dijual terpisah.
☑️ Berat Galaxy Z Fold8 Wide: 201 gram dengan ketebalan 9,7 mm
Bobot 201 gram menjadikannya yang paling ringan sepanjang sejarah Galaxy Z Fold.
Tabel di bawah ini akan memberi Anda gambaran.
Foldable yang lebih ringan dari model bar tertinggi adalah kondisi yang baru pertama kali terjadi di lini ini.
| Item | Fold8 Wide | Fold8 Ultra | S26 Ultra |
|---|---|---|---|
| Bobot | 201 gram | 215 gram | 214 gram |
| Tebal saat dilipat | 9,7 mm | 8,9 mm | 7,9 mm (tunggal) |
| Tebal saat dibuka | 4,5 mm | 4,1 mm | Tidak berlaku |
Yang menarik, bobotnya ringan tetapi ketebalannya justru bergerak ke arah sebaliknya.
Baik saat dilipat maupun dibuka, perangkat ini lebih tebal dibanding Ultra.
4. Kamera Samsung Fold8 Wide, cukupkah tanpa telefoto?
Kamera Samsung Fold8 Wide terdiri dari dua lensa: wide 50MP dan ultrawide 50MP.
Tidak ada lensa telefoto optik. Inilah poin yang paling banyak dikritik pada model kali ini.
Konfigurasi per lensanya seperti di bawah ini.
| Lensa | Fold8 Wide | Fold8 Ultra |
|---|---|---|
| Wide | 50MP F1.8, OIS | 200MP F1.7, OIS |
| Ultrawide | 50MP F1.9 | 50MP F1.9 |
| Telefoto | Tidak ada (crop sensor 2x) | 10MP F2.4, optik 3x |
| Zoom maksimum | Digital 10x | Optik 3x + digital |
Notasi crop sensor 2x pada tabel ini perlu Anda cermati.
Di UI kamera Fold8 Wide memang muncul opsi 2x, tetapi itu bukan zoom optik melainkan metode memotong bagian tengah sensor 50 megapiksel.
Karena jumlah pikselnya berlimpah, hasilnya tidak buruk di tempat terang. Namun begitu cahaya berkurang, batasan area yang dipotong itu langsung terlihat.
Untuk video, dukungannya sampai 8K 30fps.
Meski begitu, preset Cine LUT yang menerapkan tone sinematik saat pengambilan gambar, codec APV, dan editing 8K adalah fitur eksklusif Galaxy Fold8 Ultra.
Menurut saya pribadi, kalau Anda sering memotret dari jarak jauh, produk ini bukan jawabannya.
Sebaliknya, kalau isinya kebanyakan snapshot harian dan pemandangan luas, Anda jarang akan merasa kurang.
☑️ Ultrawide-nya sekelas dengan Ultra
Fold8 Wide memakai ultrawide 50MP F1.9 yang identik dengan Ultra.
Ini satu-satunya aspek di konfigurasi kamera yang kelasnya sama. Ada alasan kenapa konfigurasi ini bermakna.
Ultrawide adalah lensa yang kualitasnya paling dulu jatuh di tempat gelap.
Semakin luas sudut pandangnya, semakin kecil tiap pikselnya, dan makin sulit pula mendapatkan cahaya di lingkungan yang minim penerangan.
Kalau jumlah piksel dan bukaan lensanya sama-sama memadai seperti pada produk ini, kualitas gambar di level tertentu masih bisa dipertahankan untuk foto bersama di dalam ruangan maupun pemandangan malam.
5. Harga Galaxy Z Fold8 Wide, apakah masuk akal?
Harga Galaxy Z Fold8 Wide untuk konfigurasi 12GB · 256GB adalah Rp 28.499.000.
Dibandingkan Fold8 Ultra, Anda melepas sebagian fitur dan spesifikasi sebagai gantinya mendapat rasio layar 4:3, dengan harga sekitar Rp 4 juta lebih murah.
Dibandingkan Galaxy S26 Ultra yang berbentuk bar, harga yang Anda bayar untuk mendapatkan layar yang bisa dilipat juga sekitar Rp 4 juta.
Harga ketiga model foldable-nya seperti di bawah ini.
| Produk (12GB/256GB) | Harga resmi |
|---|---|
| Galaxy Z Fold8 Ultra | Rp 32.499.000 |
| Galaxy Z Fold8 (Wide) | Rp 28.499.000 |
| Galaxy Z Flip8 | Rp 19.999.000 |
☑️ Berapa selisih antar konfigurasinya?
Selisih saat Anda menaikkan konfigurasi tidak merata.
| Konfigurasi (RAM · penyimpanan) | Harga resmi | Selisih dari tingkat di bawahnya |
|---|---|---|
| 12GB · 256GB | Rp 28.499.000 | — |
| 12GB · 512GB | Rp 32.499.000 | +Rp 4.000.000 |
| 16GB · 1TB | Rp 40.499.000 | +Rp 8.000.000 |
Naik dari 256GB ke 512GB butuh Rp 4.000.000, sedangkan dari 512GB ke 1TB butuh Rp 8.000.000.
Perlu dicatat, pada konfigurasi 1TB RAM-nya ikut naik ke 16GB, jadi angka itu bukan murni nilai penyimpanan saja.
Menurut saya pribadi, selama Anda tidak menumpuk terus video hasil rekaman di ponsel atau mengedit video kualitas tinggi langsung dari ponsel, berhenti di 512GB adalah pilihan yang paling masuk akal.
Harga akhir bisa berbeda tergantung retailer dan promo yang sedang berjalan.
6. Warna Galaxy Fold8 Wide, apa saja pilihannya?
Warna Galaxy Fold8 Wide terdiri dari tiga pilihan — Graphite, Cream, dan Lavender — ditambah Pistachio yang eksklusif untuk kanal online, sehingga totalnya empat.
- Graphite — sama di ketiga model lineup
- Cream — sama di ketiga model lineup
- Lavender — khusus Wide
- Pistachio — khusus Wide (hanya dijual di Samsung.com)
Lavender dan Pistachio hanya masuk ke Fold8 Wide, sementara Violet Shadow dan Green Shadow khusus untuk Ultra, dan Pink serta Mint khusus untuk Flip8.
Komposisi materialnya sama untuk semua warna.
Frame-nya Armor Aluminum, layar cover-nya Gorilla Glass Ceramic 3, dan bagian belakangnya Gorilla Glass Victus 2.
☑️ Kapan tanggal rilisnya?
Pengiriman resmi ke konsumen dimulai 7 Agustus 2026.
Masa pre-order sendiri berlangsung sejak 22 Juli sampai 13 Agustus 2026 melalui kanal penjualan resmi Samsung.
Ada satu hal yang khusus perlu Anda perhatikan: Galaxy Z Fold8 Series sudah memenuhi persyaratan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), sehingga bisa dipasarkan secara resmi dan IMEI-nya terdaftar.
Ini penting karena unit yang masuk lewat jalur tidak resmi berisiko tidak mendapatkan sinyal seluler.
Hal ini dikonfirmasi Samsung Electronics Indonesia saat peluncuran.
7. Galaxy Fold8 Wide vs Ultra, kalau harus ditimbang?
Intinya ada pada apa yang Anda tukar dengan selisih sekitar Rp 4 juta itu.
| Item | Fold8 Wide | Fold8 Ultra |
|---|---|---|
| Layar | 7,6 inci 4:3 (letterbox minim) | 8,0 inci, unggul untuk menata dua aplikasi |
| Bobot · ketebalan | 201 gram / 9,7 mm | 215 gram / 8,9 mm |
| Kamera | Wide 50MP + ultrawide 50MP | 200MP + ultrawide + telefoto 3x |
| Performa berkelanjutan | Grafis tertinggal 14,1% | Struktur pendinginan diperluas |
| Flex Mode | Tidak didukung | Didukung |
| Harga | Rp 28.499.000 | Rp 32.499.000 |
Memilih Fold8 Wide ketimbang Ultra berarti Anda mendapat bobot 14 gram lebih ringan, rasio layar 4:3, dan harga sekitar Rp 4 juta lebih murah.
Sebagai gantinya, tidak ada kamera telefoto maupun Flex Mode, dan performa grafisnya pun 14,1% lebih rendah.
Menurut saya pribadi, kriteria penilaian pertamanya adalah: apakah tiga hal yang absen itu terasa disayangkan, atau dua hal yang hadir itu lebih besar nilainya.
Kalau Anda sering memakai telefoto, Flex Mode, dan kelonggaran grafis, Ultra jawabannya.
Sebaliknya, kalau waktu menonton video Anda panjang dan Anda menilai rasio 4:3 sangat berharga, itu tetap jadi alasan untuk memilih Wide meski ketiga hal tadi termasuk fitur yang sering Anda pakai.
Bobot 14 gram dan rasio layar terasa setiap hari, sementara telefoto hanya disayangkan saat memotret.
Selisih harga sekitar Rp 4 juta juga jadi syarat yang perlu Anda pertimbangkan bersamaan.
Kalau timbangannya seimbang, angka inilah yang bisa memiringkan timbangan itu.
💡 FAQ
Q1. Saya sedang memakai Fold7, apakah layak beralih ke perangkat ini?
Penerus langsung Fold7 adalah Ultra, sedangkan Fold8 Wide adalah produk terpisah dengan bentuk yang berbeda. Jadi kalau Anda mendekatinya sebagai pergantian generasi, penilaiannya akan meleset.
Kriteria pertamanya adalah apakah rasio layar 4:3 cocok untuk Anda. Kalau rasio ini tidak menarik bagi Anda, Wide bukan kandidatnya dan lebih tepat dibandingkan dengan Ultra.
Kalau 4:3 cocok, berikutnya adalah kamera. Karena konfigurasinya dua lensa tanpa telefoto optik, hal ini bisa mengganjal kalau Anda sering memotret.
Q2. Apakah S Pen bisa dipakai di Galaxy Fold8 Wide?
Tidak didukung. Baik Fold8 Wide maupun Ultra sama-sama tidak mendukung S Pen. Alasannya adalah ketebalan.
Untuk memakai S Pen, dibutuhkan lapisan digitizer di bawah layar yang menangani tekanan pena dan deteksi telapak tangan, dan Samsung menghilangkan lapisan ini demi menipiskan bodi.
Saat ini, satu-satunya perangkat di lineup Samsung yang punya S Pen terintegrasi adalah Galaxy S26 Ultra.
✨ Penutup
Galaxy Fold8 Wide adalah foldable yang dirancang ulang dengan mengutamakan kenyamanan pemakaian saat terlipat dan bobot yang ringan.
Bobot 201 gram yang jadi rekor teringan, layar utama 4:3, layar 10:16 saat dilipat, dan harga sekitar Rp 4 juta lebih rendah dari Ultra — itulah alasan Anda memilih produk ini.
Sebagai gantinya, telefoto optik dihilangkan, Flex Mode tidak ada, dan panasnya relatif lebih tinggi pada beban berdurasi panjang.
Di luar itu, bagaimana garis lipatan berubah dalam pemakaian panjang, seberapa kuat engselnya bertahan, dan secepat apa optimasi aplikasi untuk layar 4:3 akan mapan — semuanya masih jadi hal yang baru bisa dipastikan seiring waktu.
Pada akhirnya, alasan untuk memilih produk ini mengerucut jadi satu.
Apakah rasio layar 4:3 memberi nilai yang berarti bagi Anda?
Yuk, share pendapat kalian di kolom komentar — Wide atau Ultra?



